![]() |
Ayo Menulis |
"Kata siapa? Sudah berapa tulisan yang kau buat?" tanya si B
"Belum nyoba sih...." jawab A
"Nah lo, belum nyoba kok sudah bilang susah" kata B
Salam literasi bagi Bapak Ibu guru serta segenap pembaca situs sdnsampangansatu.blospot.com
Pada kesempatan ini admin akan mencoba berbagi tips gimana sih cara menulis artikel di koran dengan mudah, cepat, tanpa harus ikut pelatihan dengan membayar beratus-ratus ribu bahkan jutaan.
Menulis artikel di koran pada dasarnya sama seperti orang berbicara biasa. Bedanya hanya dalam bentuk "lisa" dan "tulisan". Sedangkan isinya sama saja kok. Namun yang perlu kita ketahui adalah dasar-dasar agar tulisan kita bisa tembus koran untuk pertama kalinya. Ibarat mencari kunci rumah, di langkah pertama ini kita harus menyiapkan yang terbaik karena memang kita niatkan untuk belajar menulis. Bukan hanya sekadar menggugurkan suatu kewajiban atau formalitas.
Pertama, seorang penulis harus bisa memhami karakter koran yang akan dikirimi artikel. Jika karakter koran yang kita tuju saja kita belum paham, maka kemungkinan tulisan itu diterima sangatlah kecil. Mengapa demikian? Karena setiap redaktur memiliki karakter yang berbeda. Termasuk jenis tulisan yang diterima pun berbeda. Misalnya di koran A menerima artikel dengan jumlah karakter maksimal 3.000, sementara di koran B maksimal 5.000. Sebagai penulis kita tidak boleh ngeyel dan memaksakan diri tentunya. Karena sudah jelas tulisan kita tidak akan diterima.
Kedua, menyimpan file dengan format .rtf. Sudah menjadi kebiasaan bagi kita menyimpan tulisan dengan format doc atau docx. Sebenarnya tidak masalah jika kita ingin menyimpan dengan format tersebut. Namun akan menjadi masalah jika komputer yang digunakan oleh redaksi memiliki spesifikasi di bawah windows kita. Dapat dipastikan tulisan yang kita kirim akan berantakan dan tidak teratur. Hal ini akan membuat tim redaksi malas membacanya walaupun isinya bagus.
Ketiga, menulis dengan gaya keunikan penulis. Setiap penulis memiliki gaya yang berbeda dalam menemukan sudut nilai jual tulisannya. Tulisan dengan nilai keunikan dan kebaruan akan lebih disukai redaksi daripada tulisan pasaran yang mudah ditemukan di layar internet.
Demikian tips dari kami, semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar